dulu orang gagal karena kekurangan informasi, namun saat ini karena kebanyakan informasi.

 

Yup, Salah satu tantangan besar kita hari ini adalah kebanjiran informasi. Mulai dari website, ecourse, zoom, seminar, workshop, kopdar, group WA, channel Telegram, dsb

 

3 efek nyata saat otak kita melahap begitu banyak informasi

  1. susah untuk fokus
  2. bingung memulai sesuatu darimana
  3. jarang menyelesaikan apa yang telah dimulai

 

Solusi Lama dari Teori GTD

Makanya saya suka dengan teori GTD (Getting Things Done), sebuah buku dengan tema produktifitas karya David Allen.

 

Teori ini juga secara tidak langsung membantu kita untuk melakukan manajemen informasi Yang akan masuk ke dalam otak kita.

 

If you can't manage it, you will lose it ..

 

ada beberapa proses di dalamnya, namun ada satu proses yang sangat menarik, dimana semua informasi yang masuk ke otak kita harus difilter dulu dengan pertanyaan sederhana “is it actionable?”

 

Actionable berarti apakah ilmu / informasi yang akan kita pelajari berkaitan dengan proyek yang sedang kita fokuskan?

 

Jika iya pelajari, namun jika tidak tunda atau bahkan lupakan.

 

Contoh misal saat ini saya baru saja memulai bisnis, dimana target utamanya adalah sales / penjualan.

 

Jika ada workshop misal tentang cara meningkatkan penjualan online, sales canvasing, maka akan saya ikuti.

 

Namun saya akan menunda jika materinya tentang membangun brand, membangun tim dengan metode Scrum, membuat pembukuan dengan rosseta stone, meningkatkan retention customer dengan Flywheel Marketing, etc

 

Seringnya kita ini tergoda dengan hal-hal baru, terutama yang lagi hype…

 

Catatan : workshop ini hanya salah satu channel kita mendapatkan informasi atau ilmu baru, hal ini juga berlaku dengan channel yang lain seperti social media, ecourse, kopdar, etc

 

Just In Time VS Just In Case

Jika anda ingin merasakan manfaat secara langsung terhadap ilmu-ilmu yang sedang anda pelajari, maka jadilah just in time person - pelajari apa anda butuhkan saat ini

 

Minimalisir menjadi just in case person - mempelajari sebuah ilmu karena kita berpikir suatu saat mungkin butuh.

 

Kesimpulan

 

Semua ilmu yang positif itu bagus, tapi otak, waktu dan fokus kita terbatas.

 

Jadi kitanya yang harus bijak memfiler semua informasi yang masuk ke dalam otak.

 

Jangan jadikan ilmu emas, menjadi sampah dan terlupakan karena memang pada dasarnya tidak actionable dengan keadaan kita saat ini.

 

bukan berarti tidak boleh sama sekali mendapatkan insight / just in case knowledge, namun pastikan actionable knowledge lebih mendominasi.

80 - 20 / 70 - 30 will be okay...

 

dan pastikan kita mencatat semua ilmu yang anda pelajari, karena kalau hanya sekedar di simpan di otak lebih banyak lupanya daripada ingatnya.

 

Saya pribadi menggunakan Aplikasi My Second Brain System (join Telegram Channel untuk mendapatkan informasi setelah sistem ini bisa digunakan secara publik), namun sebenarnya menggunakan buku pun sudah cukup.

 

Terima Kasih